• gambar
  • gambar

Selamat Datang di Website SMP NEGERI 2 WARU SIDOARJO. Terima Kasih Kunjungannya

Pencarian

Kontak Kami


SMP NEGERI 2 WARU SIDOARJO

NPSN : 20501738

Jl.Lawu Komplek Kepuh Permai Kec.Waru Kab.Sidoarjo 61256


smpn2warusda@gmail.com

TLP : 031 8661775


          

Prestasi Siswa


Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB)

Juara 1 Bina LKBB Tingkat SMP/MTs Se-Jatim Tahun 2022



:: Selengkapnya

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimanakah pendapat anda tentang SMP Negeri 2 Waru?
Sangat bagus dan nyaman
Bagus dan nyaman
Cukup bagus dan nyaman
Kurang bagus dan nyaman
Tidak bagus dan nyaman
  Lihat
Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 154627
Pengunjung : 60655
Hari ini : 20
Hits hari ini : 68
Member Online : 0
IP : 3.236.83.154
Proxy : -
Browser : Opera Mini

Status Member

MENINGKATKAN GAIRAH PELAJAR MUSLIM




KARYA AGUSTYA ANA FAJAR LESTARI (IX-E)

JUARA PERTAMA LOMBA ARTIKEL ISLAM

 

Dalam Islam, belajar adalah serangkaian aktivitas manusia yang menyangkut, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik. Berdasarkan Al-Quran dan As-Sunah, belajar merupakan kewajiban muslim dan Muslimah di manapun berada.

 

Teori Kognitif pada Pendidikan Islam

Secara bahasa, kognitif berasal dari bahasa Latin yang artinya berpikir. Dalam KBBI, kognitif berarti segala sesuatu yang berhubungan atau melibatkan kognisi atau berdasarkan pengetahuan factual yang empiris. Dalam perkembangan selanjutnya, istilah kognitif ini menjadi populer di kalangan masyarakat serta pelajar.

Teori belajar merupakan suatu teori belajar yang lebih mementingkan proses belajar daripada hasil belajar. Belajar tidak sekadar melibatkan hubungan stimulus dan respons. Namun lebih dari itu, belajar melibatkan proses berpikir (usaha mengaitkan pengetahuan baru ke dalam struktur berpikir yang sudah dimiliki individu) yang kompleks. Sehingga membentuk struktur kognitif yang baru lebih mantap sebagai hasil belajar.

 

Teori Afektif pada Pendidikan Islam

Sebagaimana disebutkan sebelumnya bahwa untuk mengetahui perkembangan tujuan pendidikan dan hasil belajar, diperlukan penilaian dan evaluasi secara menyeluruh, sistematik, sistemik, dan terstandar. Sementara karakteristik afektif setidaknya memiliki tiga kriteria, yaitu melibatkan perasaan emosi, bersifat khas, dan memiliki intensitas, arah, dan target.

Intensitas merupakan tingkat atau kekuatan suatu peristiwa, perilaku, emosi, atau perasaan. Terjadi tidaknya proses kegiatan pembelajaran dalam ranah afektif dapat diketahui dari tingkah laku yang menunjukkan kesenangan belajar. Misalnya perasaan, emosi, minat, sikap, dan apresiasi yang positif menimbulkan tingkah laku yang kontruktif, sedangkan pikiran (kognitif) seringkali tidak.

 

Teori Psikomotor pada Pendidikan Islam

Psikomotor adalah domain yang meliputi perilaku gerakan dan koordinasi jasmani, keterampilan motorik, dan kemampuan fisik seseorang. Keterampilan yang akan berkembang jika sering dipraktikkan ini dapat diukur berdasarkan jarak, kecepatan, teknik, dan cara pelaksanaan.

Dari beberapa uraian di tas dapat disimpulkan bahwa dalam proses belajar membutuhkan pengukuran ranah kognitif, afektif, dan psikomotor, sehingga dapat melihat skor yang diperoleh pelajar. Untuk itulah kemampuan (skill) dapat terkontrol sejak awal hingga akan mendapatkan peningkatan yang diinginkan sesuai kemampuan belajar. (aaf/ipa)




Share This Post To :

Kembali ke Atas

Artikel Lainnya :




Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas :

Nama :

E-mail :

Komentar :

          

Kode :


 

Komentar :


   Kembali ke Atas